Buku Risalah Aqiqah Kang Asep

Buku Risalah Aqiqah Kang Asep merupakan media untuk menambah wawasan beraqiqah, yang tentunya kami sisipkan pada setiap kemasan Nasi Box.

Buku Risalah Aqiqah Kang Asep,Buku Risalah Aqiqah,Risalah Aqiqah,aqiqah,buku risalah,aqiqah kang asep,kang asep,
Buku Risalah Aqiqah Kang Asep

Aqiqah Kang Asep, merupakan spesialis Catering Jasa_aqiqah dengan segala proses kami laksanakan sesuai syariat Islam, proses penyembelihan tentunya dapat menyaksikan langsung atau live melalui Virtual Video Call.

Buku Risalah Kang Asep, kami sisipkan untuk kemasan Nasi Box bukanlah sekedar Assesoris namun juga untuk bersyariah menambah wawasan pada orang yang menerimanya

sekaligus membacanya dengan harapan akan bertambahnya kesadaran betapa pentingnya beribadah Aqiqah, Berikut Isinya :

Buku Risalah Aqiqah Kang Asep

Pada Buku Risalah Aqiqah ini kami ungkap lengkap membahas tentang segala hal yang menyangkut masalah ibadah dalam Tasyakur_aqiqah sesuai dengan Syariat Islam.

Aqiqah dalam Risalah ini merupakan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, begitu pentingnya akan Aqiqah_ini, Rosulullah SAW bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Di_sembelih pada hari ketujuh, dicukur gundul rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad 20722, at-Turmudzi 1605, dan di_shahihkan al-Albani).

Isi Buku Risalah Aqiqah Kang Asep

Definisi Aqiqah ( Risalah Aqiqah )

Menurut Bahasa, Aqiqah Artinya memotong, pada dasarnya adalah rambut yang terdapat pada kepala bayi yang merupakan bawaan pada saat bayi keluar dari rahim ibunya, juga rambut tersebut di_namakan Aqiqah.

Adapun secara Istilah Aqiqah Ialah hewan yang di sembelih tentunya karena bayi yang di_lahirkan, di_mana Hewan sembelihan itu dinamakan Aqiqah karena hewan tersebut di sembelih pada hari mencukur rambut bayi.

Imam Ahmad pernah berkata tatkala di tanya oleh putranya, Shalih bin Ahmad tentang seorang yang tidak memiliki harta untuk melaksanakan aqiqah,

Aqiqah boleh berhutang demi melaksanakan tepat pada waktunya atau menunda pelaksanaannya hingga mendapat kelonggaran.

beliau berkata “pertimbanganku yang paling berat adalah sebuah hadits yang aku riwayatkan kepada samrah: “Seorang bayi tergadaikan dengan Aqiqahnya”

Aku lebih senang jika ia berhutang dari pada menunda pelaksanaannya, semoga Allah memudahkan pembayaran hutangnya, karena ia telah berusaha menghidupkan sunnah Rosulullah dan mengikuti apa yang beliau bawa.

إذا لم يكن عنده ما يعق فاستقرض رجوت أن يخلف الله عليه إحياء سنة

“Kalau dia tidak memiliki harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena dia telah menghidupkan sunnah.” (Al-Mughny, Ibnu Qudamah 13/395)

Berikut Risalah Aqiqah Anak laki laki dan perempuan

Aqiqah di lakukan baik untuk anak laki laki maupun anak perempuan, perbedaanya hanya terjadi pada jumlah hewan aqiqah yaitu anak laki laki 2 ekor kambing, anak perempuan 1 ekor Kambing.

hal ini sebagaimana sbda Rosulullah: “Anak laki laki di_aqiqahi dengan dua ekor kambing dan anak perempuan di aqiqahi dengan seekor kambing” (HR. Ahmad).

Mengapa jumlahnya berbeda untuk anak perempuan? Ibnu Qayyim menjawab : “sudah menjadi kaidah syar’i jika terdapat perbedaan antara laki laki dan perempuan.

Allah SWT menjadikan wanita setengah dari laki laki dalam hal warisan, diat (denda), kesaksian, memerdekakan hamba, demikian juga untuk aqiqah.” Allah SWT berfirman: “Dan anak laki laki tidaklah sama dengan anak perempuan.” (QS. Ali Imran: 36).

Yang paling utama adalah mengaqiqahi anak laki laki dengan 2 ekor kambing, namun jika orang tuanya tidak mampu mengaqiqahi anaknya, boleh mengerjakannya satu ekor kambing.

Hal ini sebagaimana sunnah Fi’liyah Rosulullah terhadap dua cucu Hasan dan Husain.

Aisyah menceritajan: “Dahulu Rosulullah SAW menyembelih Aqiqah untuk hasan dan Husain dengan 2 ekir kambing pada hari ke tujuh” (HR. Baihaqi).

Hewan_Aqiqah

Hewan yang boleh di gunakan untuk Aqiqah sama seperti hewan udhiyyah, yaitu Unta, Lembu atau kerbau, sapi, biri biri dan kibas, maka tidak syah dengan binatang lain seperti kelinci ayam atau unggas.

Imam Malik mengatakan kedudukan aqiqah sama dengan Udhiyyah, sebagian salaf membolehkan Aqiqah dengan unta dan sapi. di riwayatkan dari Qotadah bahwa Annas bin Malik mengaqiqahkan anak anaknya dengan Unta ( HR.Tanarani).

Syarat syarat Hewan

Syarat syarat hewan aqiqah sama seperti syarat hewan Udhiyyah, yaitu:

Dari Jabir radhiyalahu ‘anhu, ia berkata, Rosulullah Shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda: “janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, terjkecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba” (HR. Muslim no 1963).

Musinnah dari kambing adalah telah berusia 1 tahun (masuk tahun ke dua), sedangkan musinnah dari sapi adalah telah berusia 2 tahun (masuk ke tiga tahun), sedangkan unta yang telah genap lima tahun (masuk ke enam), inilah pendapat masyhur di kalangan fuqoha.

Jadza’ah adalah domba yang telah berusia enam bulan hingga satu tahun.

Siapa yang Utama melangsungkan Aqiqah?

Orang yang paling utama untuk melaksanakan aqiqah bagi anak adalah bapak atau orang yang berkewajiban untuk menafkahi anak tersebut.

Jika salah satu dari kerabat seperti kakek, paman, dan lain sebagainya ingin mengaqiqahi anak tersebut hal tersebut boleh di lakukan,

hal ini sesuai dengan keumuman perintah aqiqah dan sabda Rosulullah: “Di sembelihkan hewan Aqiqah pada hari ketujuh” (HR.Abu Dawud).

Ibnu Hajar berkata, dalam hadits tersebut Rosulullah menggunakan kalimat pasif (di sembelihkan), beliau tidak menyebutkan subyeknya, ini menunjukan tidak di tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan aqiqah, ini di perkuat dengan kenyataan Rosulullah mengaqiqahkan Hasan dan Husain.

Melaksanakan Pada Hari Ketujuh

Melaksanakan Aqiqah pada hari ketujuh kelahiran, hal ini sesuai dengan Fi’iyah yang di kerjakan oleh Rosulullah, Aisyah mengatakan: “Rosulullah menyembelih hewan Aqiqah untuk hasan dan Husain pada hari ketujuh dan memberi nama keduanya” (HR Al-Baihaqi).

Para Ulama berpendapat tentang cara penentuan hari ketujuh, Jumhur Ulama mengatakan jika bayi di lahirkan pada hari senin, maka aqiqah di lakukan pada hari Ahad.

Malikiah mengatakan jika bayi di lahirkan pada hari senin maka aqiqah di lakukan pada hari senin depannya.

Perbedaan pendapat para ulama tentang penentuan hari ketujuh bersumber dari perbedaan cara pandang mereka tentang kapan pertama mulai di hitung.

Aqiqah Selain Hari Ketujuh

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan Aqiqah adalah hari ketujuh, namun jika orang tua tidak mampu melaksanakan pada hari ketujuh.

meperbolehkan melakukan pada hari ke empat belas, jika tidak mampu, maka pada hari ke dua puluh satu, ini merupakan pendapat Ahmad Bin Hambal.

Namun jika tidak bisa melaksanakan aqiqah berdasarkan kelipatan yang sesuai dengan yang di nasihatkan oleh imam Ahmad, seseorang boleh melaksanakannya kapanpun ia mampu.

Aqiqah Setelah Dewasa

Orang Tua boleh melakukan Aqiqah untuk anaknya walaupun mereka sudah baligj, hal ini di karenakan aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua dan tidak ada batasan kapan berakhir.

Adapun Hadits Rosulullah yang ngenyatakan bahwa:

“beliau menyembelihkan hewan Aqiqah untuk hasan dan husain pada hari ketujuh dan memberi nama keduanya.”

Aqiqah Untuk Diri Sendiri

Seorang Muslim Dewasa boleh melaksanakan Aqiqah untuk dirinya sendiri jika orang tuanya belum melaksanakan Aqiqah untuknya.

Hasan Al-Bashri berkata: “jika engkau belum di aqiqahi maka aqiqahilah dirimu sendiri, sekalipun engkau telat dewasa”.

Imam Ahmad menganggap baik seseorang yang mengaqiqahi diri sendiri setelah dewasa jika semasa kecil belum aqiqahi.

ia berkata: “Jika Orang itu melakukannya maka aku tidak mempermasalahkannya.”

Oleh karena itu, bila orang tua tidak mampu melaksanakan aqiqah untuk anaknya hingga usia dewasa, maka seorang anaknya boleh melaksanakan aqiqah untuk dirinya sendiri.

Berserikat Dalam Aqiqah

Tidak boleh berserikat dalam aqiqah, seperti tujuh orang berserikat untuk menyembelih 1 ekor unta atau sapi untuk 7 orang anak. atau ada 7 orang yang hendak menyembelih 1 ekor unta atau sapi di mana sebagian mereka menginginkan dagingnya sedangkan yang lainnya ingin menunaikan aqiqah.

Menggabungkan Aqiqah dengan Udniyyah

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menggabungkan Aqiqah dengan Udniyyah, di antara mereka ada yang membolehkan dan ada yang melarangnya, adapun penjelasannya adalah:

  • Pertama, tidak boleh menggabungkan antara aqiqah dengan Udniyyah, ini pendapat ulama malikiyah, syafi’iyah dan salah satu pendapat dari imam ahmad. kenapa tidak boleh?  karena Aqiqah dan Qurban memiliki  sebab dab maksud yang berbeda, Aqiqah dalam maksud mensyukuri nikmat kelahiran seorang anak, sedangkan qurban mensyukuri nikmat hidup dan di laksanakan pada hari idul Adha.
  • Kedua, di bolehkan sebagaimana satu pendapat dari imam Ahmad, ulama Hanafiyah, Hasan Al-Bashri, Muhamad bin sirin dan qotadah, pendapat ini juga dipilih oleh Syaikh Muhamad bin Ibrahim, beliau mengatakan: “Jika Qurban dan Aqiqah di gabungkan, cukup dengan satu sembelihan untuk satu rumah, jadi di niatkan kurban untuk dirinya, lalu qurban itu di niatkan untuk aqiqah.

Penyaluran

Menurut para ulama bahwa penyaluran daging aqiqah sama seperti daging Udniyyah, yaitu sepertiga untuk di sedekahkan, sepertiga untuk di hadiahkan dan sepertiga untuk keluarga.

daging aqiqah di bagikan dalam keadaan siap saji.

Orang yang paling layak mendapatkan sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan Aqiqah, merekalah yang paling layak menerima daging Aqiqah.

Mewakilkan

Boleh mewakilkan Aqiqah kepada pihak tertentu baik perorangan maupun organisasi. sebab telah menjadi amalan umat islam bahwa mereka mewakilkan penyembelihan aqiqah kepada pihak pihak tertentu.

seperti berlaku di mekkah di musim haji maupun di luar musim haji, mereka mewakilkan kepada imam masjid, tukang sembelih atau lembaga tertentu.

Oleh karena itu mewakilkan aqiqah kepada pihak lain yang di percaya dan amanah adalah suatu cara yang di benarkan.

Aqiqah di Tempat Lain

Boleh melakukan aqiqah di tempat lain atau di luar negeri, misalnya ada orang melaksanakan aqiqah di sebuah pondok pesantren atau mewakilkannya kepada pihak tertentu agar aqiqah di laksanakan di tengah tengah pengungsi.

Sayid Al-Bakar menyatakan bahwa syah juga boleh mewakilkan penyembelihan qurban dan aqiqah dan boleh pula mewakilkan untuk penyembelihannya walaupun orang yang punya di luar negeri.

Sunnah Masak Daging Aqiqah

Menganjurkan menyerahkan daging aqiqah dalam kondisi sudah masak,  hal ini tentunya berbeda dengan qurban yang di serahkan dalam keadaan mentah.

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Baihaqi bahwa Aisyah menyedekahkan Daging Aqiqah dalam kondisi Matang.

Menjual Daging Aqiqah

Pada Artikel Buku Risalah Aqiqah Kang Asep ini kami juga ulas tentang Menjual sesuatu dari hewan Aqiqah akan mengurangi nilai sedekah yang ingin di capai dalam ibadah tersebut, oleh karena itu tidak boleh menjual apa apa yang menjadi bagian dari hewan sembelihan Aqiqah.

Hambali membolehkan menjual kulit hewan Aqiqah namun dengan syarat tentunya uang hasil penjualan tersebut untuk masyarakat awam.

AQIQAH KANG ASEP

Aqiqah Kang Asep merupakan spesialis dalam penyediaan hewan kambing dan domba sehat untuk Aqiqah, tentunya hewan memenuhi syarat sesuai syariat Islam.

Bagaimanakan tata pelaksanaan Aqiqah Kang Asep ?

  1. Kambing / domba tentunya dapat anda pilih di lokasi kami
  2. Anda dapat menyaksikan langsung proses penyembelihannya.
  3. Proses pembersihan cepat dapat ditunggu.

Adapun Produk Aqiqah Kang Asep Sebagai berikut:

PAKET MATANG

Dalam pelaksanaan catering Aqiqah, Kang Asep menyediakan hewan Kambing dan Domba sendiri, yang dapat anda pilih langsung tentunya.

Proses penyembelihan dapat disaksikan langsung atau live melalui video call.

Pengolahan hidangan yang profesianal mampu menjadikan menu yang berkualitas tanpa bau prengus, dan pastinya segala proses kami laksanakan sesuai syariat Islam.

Berikut Produk Aqiqah Kang Asep meliputi :

NASI KOTAK PELENGKAP AQIQAH

Nasi Kotak ini merupakat pelengkap dari pada pelaksanaan Tasyakur Aqiqah, dikemas dengan kotak khusus berikut Sticker beserta Risalah,

untuk pemesanan paket ini memerlukan waktu untuk proses kepercetakan, sehingga pemesanan paling lambat H-2 sudah Fixed.

Untuk mengetahui harga paket nasi kotak pelengkap aqiqah silahkan klik di bawah ini :

PAKET AQIQAH + NASI KOTAK – PRAKTIS

Paket Praktis ini sudah termasuk Kambing Aqiqah beserta Kemasan Nasi Kotak nya sehingga Ayah Bunda pun tak usah ribet tingga membagikannya saja.

Untuk Mengetahui atau mendapatkan paket ini silahkan klik di bawah ini :

Sekilas Tentang Aqiqah

Berikut ini adalah Beberapa hal yang pastinya sering meragukan dan menjadi banyak pertanyaan mengenai pelaksanaan aqiqah.

Pastinya menjadi khawatir akan keabsyahannya, Apakah Ibadah Aqiqah kita diterima oleh Allah Swt ?.

  1. Pelaksanaan Walimatul Aqiqah dapat pada hari ke 7, 14, 21, sampai sebelum anak menginjak dewasa ( Baligh )
  2. Bagi kita yang sudah menginjak dewasa tentunya boleh melaksanakan Aqiqah sendiri
  3. Hewan yang lazim untuk aqiqah menggunakan Kambing juga Domba
  4. Kriteria hewan Aqiqah sehat, tidak catat serta Cukup usia tentunya.
  5. Kriteria Cukup Usia Kambing lebih dari 1 Tahun dan Domba lebih dari 6 Bulan
  6. Pastinya Hewan Kambing / Domba untuk Aqiqah bisa Jantan ataupun Betina
  7. Jumlah Hewan 2 Ekor untuk Anak Laki laki dan 1 Ekor untuk anak perempuan
  8. Aqiqah untuk Laki laki dapat dicicil pastinya dapat sesuai dengan kemampuan.
  9. Hasil penyembelihan AQIQAH dibagikan dalam keadaan matang tidak seperti halnya pelaksanaan Qurban yang lazimnya dalam keadaan mentah.
  10. Membagikan hidangan Aqiqah lebih mengutamakan orang terdekat, tidak memprioritaskan pakir miskin, tentunya keluarga dapat memakannya.
  11. Seluruh bagian dari pada hewan Aqiqah pastinya harus lebih mengupayakan tidak ada yang terbuang / mubazir, ataupun memperjualbelikan belikan, hal sepele biasanya terjadi pada kulit yang sebaiknya dapat dari awal sudah mengikrarkan untuk memberikannya pada pada yang memerlukannya.

Berikut Do`a Walimatul Aqiqah :

اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

“Allâhummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamî’is sayyiâti wal ‘ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al-mahmûdati wa bidawâmi ‘inâyatika wa ri’âyatika an-nafîdzati nuqaddimu bihâ ‘alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al-karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummaj’alnâ wa iyyâhum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ taj’alnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.”

Artinya :

“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia.

Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an.

Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

Berikut 4 kriteria Hewan yang tidak boleh untuk Aqiqah Maupun Qurban

  1. Hewan Sakit dan tidak jelas sakitanya
  2. Salah Satu Mata Hewan tidak Buta
  3. Pincang salah satu Kakinya
  4. Hewan Kurus dan pastinya tidak kelihatan dagingnya

Berikut Syarat Cukup Usia Hewan Aqiqah / Qurban :

  1. Domba Usia 6 Bulan
  2. Kambing Usia 1 Tahun
  3. Sapi Usia 2 Tahun
  4. Unta Usia 5 Tahun

Syarat Orang yang menyembelih Hewan sebagai berikut :

  1. Orang Muslim Laki kali atau perempuan atau ahli kitab
  2. Waktu Menyembelih tidak boleh karena selain Allah
  3. Hewan pastinya harus memiliki kehidupan / Masih hidup.

Cara penyembelihan Aqiqah sesuai syariat Islam :

  • Perlakukanlah hewan secara baik sebagai mana mestinya, menenangkan atau tidak ada pemaksaan pastinya dari mulai menuntun hewan sampai terbaring, ikat untuk siap potong.
  • Tidak memperlihatkan senjata tajam / Pisau / Golok terhadap hewan.
  • Gunakan Pisau / Golok yang tajam pastinya.
  • Potong hewan tepatnya di-bawah jakun sampai saluran makan dan saluran pernapasan terputus dengan tehknik dari bawah ke atas.
  • Pastinya Membaca bismillah dan Takbir sebelum menyembelih.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah :

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهم مِنْكَ وَلَكَ اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ

Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama bayi)

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah akikahnya … (sebutkan nama bayi)”

Beberapa Do`a Atas Kelahiran Seorang Anak

Berikut serangkaian Dzikir dan Doa Orang Tua terhadap anak yang baru lahir :

  1. Adzan pada telinga bayi sebelah kanan
  2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri
  3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”

  1. Selanjutnya Membaca surat al-Ikhlâsh pada telinga bayi sebelah kanan
  2. Kemudian Membaca surat al-Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
  3. Berikutnya Membaca ayat Q.S. Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan

وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

Artinya: “Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”

  1. Berikutnya Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

Hikmah Aqiqah

Aqiqah merupakan wujud penebusan atas anak, seperti diibaratkan sebuah barang yang masih tergadai, maka kita tidak bisa mengambil manfaat darinya, misalnya mendapatkan pahala atas amal yang dikerjakan anak, mendapat syafaat dari anak, mendapat mahkota di surga karena anak membaca Alqur’an, dan lain sebagainya.


Sebetulnya, Aqiqah merupakan kebutuhan kita, karena kita sendiri yang akan mengambil manfaatnya, bukan Allah atau orang lain jadi jangan tunda lagi, segera laksanakan aqiqah anakmu.

Apabila dirimu belum di aqiqahkan maka segera laksanakan juga meskipun sebenarnya aqiqah itu adalah tanggungan orang tuamu.

Membantu meringankan beban orang tua untuk melaksanakan aqiqah itu adalah wujud berbakti kepada kedua orang tuamu.

Mari Beraqiqah Untuk diri sendiri bersama Kang Asep !!

Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat merupakan sunah muakkadah dan ini dikuatkan pendapat jumhur ulama sebagaimana hadist riwayat Imam Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan.

Berdasarkan anjuran rasulullah dan praktek langsung beliau bahwa “Bersama anak laki-laki ada akikah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (maksudnya cukur rambutnya).”.


Hikmah Aqiqah Menurut Syekh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam, akikah memiliki beberapa hikmah, yakni :

  1. Menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabi Ibrahim AS, tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.
  2. Dalam aqiqah mengandung unsur perlindungan dari setan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadist, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya.” Sehingga, anak yang telah di tunaikan akikahnya, Insya Allah lebih terlindung dari gangguan setan yang sering mengganggu anak-anak.
  3. Hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari setan tergadai oleh akikahnya”.
  4. Aqiqah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya).”
  5. Bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang di anugerahkan Allah SWT dengan lahirnya anak.
  6. Akikah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat rasulullah pada hari kiamat.
  7. Pastinya Aqiqah dapat memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat.
  8. Merupakan sarana untuk merealisasikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan menghapuskan gejala kemiskinan di dalam masyarakat.

Penutup Artikel Buku Risalah Aqiqah Kang Asep

Demikian artikel Buku Risalah Aqiqah Kang Asep berikut Kelengkapan Produk Catering Kang Asep ini, tentunya kami berharap semoga bisa menambah wawasan tentang ibadah.

Bagi Ayah Bunda dan Baraya Kang Asep yang memerlukan layanan Aqiqah ataupun akan melaksanakan tasyakur lainnya silahkan hubungi kami sekarang juga.

Terimakasih telah mengunjungi:

Aqiqah Kang Asep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*