Aqiqah Difinisi dan Tata cara

Aqiqah merupakan salah satu bagian dari pada Ibadah bagi Umat Islam yang tentunya sudah di ajarkan oleh Rosulullah Salallahu Alaihi Wasalam

Aqiqah
Aqiqah

Arti Aqiqah adalah salah satu dari sekian banyak amalan Sunnah Rasulullah Saw yang harus terus di laksanakan juga di wariskan ummat Islam kepada generasi selanjutnya.

Namun dalam pelaksanaannya banyak hal yang tidak sesuai syariat Islam, karena kelalaian dan kekurangan ummatnya, tentunya berharap semoga artikel ini singkat ini dapat mengingat yang terlupakan, tentunya tentang tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan Aqiqah.

Meski Kita Tahu bahwa kesempurnaan hanya milik Allah, tentunya kita terus mengkaji dari pada para ulama yang telah mewariskan tata cara rosulullah SAW dalam melaksanakan Aqiqah, Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir, bagian dari ilmu yang bermanfaat, Aamiin ya Robbal’alamin.

Definisi Aqiqah

Aqiqah menurut bahasa adalah : rambut yang di bawa janin ketika lahir, Saat rambut tersebut akan di cukur, maka disembelihkan kambing dan di sembelih saat mencukur rambut tersebut di sebut dengan Aqiqah.

Berikut Menurut Istilah adalah :

الذبيحة التي تذبح عن المولود

Sembelihan yang di sembelih untuk anak yang dilahirkan. (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq: 3/326)

Dasar Aqiqah

Berdasarkan Hadist Rosulullah SAW sebagai berikut :

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Dari Samurah bin Jundub, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: “Setiap anak tergadai dengan Aqiqahnya, maka di sembelihkan untuknya pada hari ke-tujuh, di cukur rambutnya dan di beri nama”. (HR. Abu Daud).

Hukum Aqiqah :

والعقيقة سنة مؤكدة ولو كان الاب معسرا، فعلها الرسول، صلى الله عليه وسلم، وفعلها أصحابه، روى أصحاب السنن أن النبي، صلى الله عليه وسلم، عق عن الحسن والحسين كبشا كبشا، ويرى وجوبها الليث وداود الظاهري.

Dasar Hukum-Aqiqah itu Sunnat Mu’akkadah, meskipun seorang ayah dalam kesulitan (ekonomi), Di riwayatkan oleh para penyusun kitab as-Sunan bahwa Rasulullah Saw meng-aqiqah-kan Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing.

Menurut Imam al-Laits dan Imam Daud azh-Zhahiri hukum-Aqiqah itu wajib. (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq: 3/326).

Hikmah-Aqiqah

Dalam kitab al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu: 4/285 di sebutkan tentang hikmah Aqiqah adalah sebagai berikut:

شكر نعمة الله تعالى برزق الولد، وتنمية فضيلة الجود والسخاء وتطييب قلوب الأهل والأقارب والأصدقاء بجمعهم على الطعام، فتشيع المحبة والمودة والألفة.

Ungkapan syukur kepada Allah Swt atas diberi rezeki seorang anak. Menumbuhkan keutamaan berbagi dan sifat kedermawanan, Melembutkan hati keluarga, kerabat dan para sahabat dengan mengumpulkan mereka dengan makan bersama. Menebarkan kasih sayang, cinta kasih dan kebersamaan.

Jumlah Hewan yang di sembelih

Mazhab Maliki :
Satu ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas:

عق عن الحسن شاة، وعن الحسين شاة

Rasulullah Saw meng-aqiqah-kan Hasan satu ekor kambing dan Husein satu ekor kambing.

Mazhab Syafi’i dan Hanbali :

Dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, berdasarkan hadits riwayat Aisyah :

عن الغلام شاتان مكافئتان، وعن الجارية شاة

“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama juga untuk satu orang anak perempuan satu ekor kambing”. (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi).

Berdasarkan dua hadits di atas, jika disembelihkan satu ekor kambing untuk anak laki-laki, maka tentunya hukumnya sah, Jika disembelihkan dua ekor untuk anak laki-laki, maka afdhal. Karena hadits riwayat Ibnu Abbas mengandung makna boleh.

Mazhab Hanbali berpendapat: jika bertepatan antara hari Kurban dengan Aqiqah, maka cukup menyembelih satu ekor sembelihan saja, Sama seperti bertepatan antara hari raya dengan hari Jum’at, maka cukup satu mandi saja tentunya. (Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq: 3/328).

Semikian sekilas tentang Aqiqah, ini yang Kami kuti dari Blog Ustd Abdul Somad, semoga bermanfaat, terima kasih telah mengunjungi :

Aqiqah-Kang Asep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*